SERBA SERBI PERSONAL BRANDING
PERSONAL BRANDING
Personal branding adalah sebuah cara
memasarkan diri atau imej kita secara individu. Sebenarnya konsep ini cukup
mudah. Jika sebelumnya praktek "memasarkan diri dan karier" lebih
berdasarkan pada teknik manajemen self-help improvement, personal
branding adalah konsep yang lebih menekankan bahwa kesuksesan
datang dari self-packaging.
Berdasarkan
jati diri yang unik, setiap individu dapat membangun brand-nya secara solid
sehingga bergaung di kalangan yang ingin disasar. Langkah ini mengadopsi ilmu marketing dalam
membangun brand personal, seperti halnya membangun brand produk.
Lalu, apa kunci dari sebuah personal branding yang
baik? Tentu saja autentik, membangun dan mengomunikasikan brand secara
konsisten, jelas, dan memberikan pengaruh positif terhadap orang lain.
Alasan Branding itu penting
Berikut cara langkah langkah membuat personal
brand online yang mengesankan:
Kenali diri dan keunggulan Anda
Personal brand Anda mencerminkan
siapa Anda. Rasa-rasanya tidak mungkin Anda bisa membuat personal brand jika Anda tidak mengerti kekuatan
dan kelemahan Anda sendiri. Ini tentang penilaian realistis dari kekuatan dan
kelemahan Anda, apa yang Anda suka lakukan dan keterampilan apa yang Anda
kuasai.
Membuat nama merek yang mudah diingat
Jika Anda memiliki nama yang unik, jadikan nama tersebut untuk
merek Anda. Jika tidak, buatlah nama merek yang mudah diingat dari nama dan
arah karir Anda. Tentunya, Anda ingin orang-orang dapat menemukan Anda dengan
mudah, bukan?
Milikilah ‘kartu as’
Belilah nama domain yang sesuai dengan nama merek Anda dan
mengamankan laman Facebook, Twitter, dan Google+ juga. Jika Anda menemukan nama
merek Anda sudah ‘dimiliki’ oleh orang lain, buatlah nama merek yang berbeda.
Dengan LinkedIn, Anda akan menggunakan nama asli Anda, sehingga
hal itu akan menempatkan nama merek Anda menonjol dalam profil Anda.
Buatlah website untuk nama domain Anda
Buatlah sebuah situs dengan domain nama Anda. Anda bisa
menggunakan produk seperti WordPress.
Mengatur update otomatis
Guna memudahkan Anda menjangkau orang yang berbeda pada platform media sosial, carilah aplikasi yang
memungkinkan Anda posting secara simultan kepada
mereka semua. Ada banyak aplikasi pilihan yang bisa Anda gunakan di luar sana.
Salah satunya Anda bisa menggunakan versi gratis dari Hootsuite.com.
Berbagi konten secara teratur
Teruslah berbagi konten seperti berita yang relevan dan update pribadi yang membangun hubungan emosional
dan menyampaikan karakter yang positif.
Dapatkan umpan balik dari orang yang Anda percaya
Saran dan dorongan orang lain membantu menjaga ‘pengembangan
merek’ Anda pada target. Philip Styrlund, CEO The Summit Corp merekomendasikan
untuk mendirikan ‘dewan direksi’- sebuah rekan terpercaya yang dapat
menilai upaya-upaya Anda.
Otentik
Berusahalah bersikap otentik walaupun kadang hal itu beresiko.
Menurut Meg Guiseppi, penulis buku 23 Ways You Sabotage Your
Executive Job Search. “Jangan berasumsi bahwa bersikap otentik akan
membuat orang lain menjauh,” jelasnya. “Tidak ada yang tertarik untuk bekerja
dengan orang kebanyakan.
Strategi Personal Branding di Media Sosial
Mengetahui Target
Audiens
Jika Anda ingin
melakukan personal branding melalui media sosial,
hal pertama yang harus dilakukan yaitu mengetahui lebih dalam tentang audiens.
Bagi pengguna instagram, bisa memulai dengan mengubah akun personal ke profil
bisnis terlebih dahulu. Agar dapat mengetahui data demografis (usia dan gender)
serta geografis (lokasi tempat tinggal) pengikut Anda. Selanjutnya, perhatikan
sifat atau kebiasaan yang sering dilakukan audiens (psikografis). Termasuk
hal-hal apa yang ingin diketahui mereka. Caranya, bisa dengan memperhatikan
unggahan melalui stories atau feed.
Menentukan Positioning Diri
Anda harus mampu
mendefinisikan diri dengan baik melalui media sosial. Hal ini akan berdampak
pada bagaimana Anda akan dilihat target audiens nantinya. Wah,
bagaimana contohnya? Berikut beberapa deskripsi diri yang bisa menjadi
inspirasi bagimu. Misalnya, jika ingin dikenal sebagai seorang entrepreneur maka
harus konsisten membagi seputar strategi bisnis. Atau saat ingin
diidentikkan dengan seorang traveller, rajinlah
mengunggah konten mengenai lokasi wisata, tips dan trik bagi pelancong pemula,
dan lainnya.
Topik dan Bahasa
yang Sesuai
Saat ingin
mencuri perhatian audiens dengan sebuah informasi, pastikan topik dan bahasa
Anda mudah dimengerti. Misal, apabila audiens merupakan generasi X dengan
rentang tahun lahir 1961-1980, maka padanan kata yang ditulis pada caption harus
lugas dan cenderung formal. Sedangkan, jika audiens Anda didominasi oleh
generasi Z dengan tahun kelahiran di atas 1995, maka dapat mempertimbangkan
penggunaan bahasa kekinian seperti guys, kuy, baper, dan
lainnya.
Memperhatikan
Kompetitor
Lalu, apakah tiga
poin di atas sudah bisa menarik atensi audiens sepenuhnya? Belum tentu. Tugas
selanjutnya adalah memperhatikan siapa saja kompetitor yang menyampaikan konten
mirip seperti Anda. Pastikan konten Anda memiliki ciri khas tertentu dan unik,
intinya yang orang lain belum pikirkan. Caranya? Temukan strength, weakness, opportunity,
and threat (SWOT)
Anda terlebih dahulu. Dengan begitu, bisa mulai terukur bukan? Jangan lupa juga
untuk melakukan overview terhadap konten kompetitor
ya.
Menyesuaikan
Sifat Standar Konten
Terakhir, penting untuk diketahui bahwa konten yang Anda buat harus
memiliki tiga sifat yaitu: inspire, timeless,
dan shareable. Apa alasannya? Pertama, inspire maksudnya
ketika Anda sudah berhasil menjadi role model orang
lain, ke depannya Anda pasti akan selalu jadi orang pertama yang dijadikan
sebagai sumber informasi. Jadi, pastikan ilmu yang dibagi memang benar-benar
bermanfaat untuk audiens.
Kedua, bersifat timeless artinya
konten tersebut tidak lekang oleh waktu. Alasannya, kini algoritma Instagram
tidak hanya berdasarkan waktu terakhir unggahan saja. Melainkan, dipadu dengan
konten yang paling populer. Jadi rugi 'kan kalau konten
sudah dibuat semenarik mungkin tapi tidak bisa terpakai infonya? Sementara itu, shareable menandakan konten Anda bisa menjadi pembicaraan
di kalangan audiens. Bahkan, bisa diteruskan ke semakin banyak orang lagi
sehingga menjadi viral.
daftar pustaka:
https://saripabdulrohman.wordpress.com/2016/09/10/strategi-membangun-personal-branding/
https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1440&bih=740&sxsrf=ACYBGNQvtofkb-M9SX0xeHePuN6oUHR6iA%3A1575030430754&ei=ng7hXdDQLdX1rQGloa3QCw&q=PERSONAL+BRANDING&oq=PERSONAL+BRANDING&gs_l=psy-ab.3..0i71l8.0.0..47319...0.2..0.0.0.......0......gws-wiz.pCuQrNGo7lg&ved=0ahUKEwjQl9fKtY_mAhXVeisKHaVQC7oQ4dUDCAo&uact=5
daftar pustaka:
https://saripabdulrohman.wordpress.com/2016/09/10/strategi-membangun-personal-branding/
https://www.google.com/search?safe=strict&biw=1440&bih=740&sxsrf=ACYBGNQvtofkb-M9SX0xeHePuN6oUHR6iA%3A1575030430754&ei=ng7hXdDQLdX1rQGloa3QCw&q=PERSONAL+BRANDING&oq=PERSONAL+BRANDING&gs_l=psy-ab.3..0i71l8.0.0..47319...0.2..0.0.0.......0......gws-wiz.pCuQrNGo7lg&ved=0ahUKEwjQl9fKtY_mAhXVeisKHaVQC7oQ4dUDCAo&uact=5

